Jiwa Anti HOAX

sumber gambar : indonesianinstitute.com

Mengawali topik dengan hashtag informasi pada blog ini, saya ingin berbagi terkait bagaimana menyaring informasi yang masuk di dalam pikiran kita.
Dewasa ini banyak diberitakan terkait informasi yang tidak sesuai fakta atau biasanya disebut dengan hoax. Banyak hoax yang masuk dengan mudahnya ke dalam diri kita. Media sosial yang sangat bebas dan tidak ada filter kebenaran menjadi salah satu faktor utama. Kesalahan informasi apapun dapat berdampak fatal. Bagaimana cara kita untuk menyaring informasi dan mengetahui mana yang benar dan mana yang hanya hoax ? Berikut saya coba rangkum dalam beberapa poin di bawah ini :

1. Tanamkan jiwa tidak mudah percaya
Maksud dari poin pertama ini adalah memberikan filter terhadap diri kita sendiri terhadap apapun yang kita terima. Bukan berarti kita tidak percaya terhadap sesuatu hal, namun lebih kepada menjaga diri kita agar tidak mudah terperosok kedalam berita atau informasi yang tidak benar dan berdampak kepada diri kita sendiri. Bila mendapatkan informasi, usahakan sikap untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya terlepas dari positif atau negatifnya berita atau informasi yang kita terima.

2. Kroscek kembali kebenaran informasi yang diterima
Apabila mendapatkan informasi yang belum diketahui keabsahannya, baiknya kita melakukan konfirmasi kembali kepada pengirim informasi apakah berita yang disampaikan sudah diyakini kebenarannya. Banyak cara untuk melakukan kroscek sebuah informasi, namun baiknya kita juga menyaring beberapa sumber terkait dengan kredibilitas informasi tersebut. Jangan melakukan kroscek terhadap orang yang tidak kredibel terhadap informasi yang kita terima. 

3. Jangan mudah menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya.
Informasi yang baik maupun buruk, baiknya jangan terlalu mudah untuk kita teruskan kepada orang lain. Setelah kita tanamkan filter informasi kepada diri kita sendiri, dan kita kroscek terhadap apapun berita ataupun informasi yang kita terima, langkah selanjutnya yaitu janganlah mudah menyebarkan segala informasi yang kita sendiri belum tahu keabsahannya. Kepolisian Republik Indonesia sendiri menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. 
Ancaman pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE disebutkan bahwa "Setiap orang yang sengaja atau anpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar."

Bukan (tulisan) Pertama


Blog ini saya gunakan untuk membangun network, belajar dan berbagi hal yang bermanfaat untuk semua orang. Sebenarnya sangat lama sekali keinginan saya untuk membuat personal blog sebagai catatan pribadi kehidupan saya. Banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dari kehidupan ini. Alangkah baiknya dibuat dalam tulisan yang bisa dibaca dan syukur apabila bisa bermanfaat untuk orang lain.
Mari kita mulai dari apapun yang dilakukan ini semoga menjadi pahala kita. Segala kekeliruan dan kesalahan silahkan melalui halaman kontak.
"Khoirunnasi anfauhum linnaas"
Orang yang paling baik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. (Al Hadits).