Tentang Adab, Pencarian Kebenaran dan Ilmu



Pengalaman merupakan pelajaran yang berharga. Kalimat itulah yang bisa kita rasakan setelah kejadian terjadi dan secercah hikmah sudah kita petik.
Dari sejarah kita belajar, bahwa suatu kebaikan orang lain di jaman dahulu, tidak perlu pengakuan dari orang lain.
Dari sejarah kita belajar, bahwa menjaga kerukunan dan persatuan, lebih penting daripada mengais keuntungan pribadi.
Pertanyaannya, kapan kita bisa tau sejarah ? Jawabannya tanyakan pada diri kita, orang tua kita, dan resapi menggunakan hati nurani kita. Iqro', baca. Tabayyun, klarifikasi. dan dialog. Allah Taala saja yang Maha Cerdas mengajarkan tradisi dialog. Allah saja tidak merasa rendah dan malu saat berdialog dengan ciptaanNya, malaikat. Apalah kita yang cuman manusia yang tercipta dari tanah ? Menyelesaikan masalah saja tidak berani berdialog langsung mendatangi yang bersangkutan, malah dialog dengan sosmed dengan nada ujaran kebencian dan adu domba. Padahal kita ngakunya paling beragama, seharusnya kita meniru cara Allah dengan dialog dong. Berdialog dengan benar sesuai adab tentunya :)

Kritis itu penting, bila tujuannya untuk kebaikan. Namun, jangan asal nylemong-ngomong, karena Sujiwo Tejo bilang itu tanda otakmu kosong. Isi otak dengan ilmu yang benar. Adab juga sangat penting, malah harus didahulukan sebelum ilmu, ngoten dhawuhe Alm. Romo Maimun Zubair. Sejarah juga penting, sampe-sampe Bung Karno menciptakan slogan JAS MERAH "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah".
Mari bersama menjadikan kalimat tersebut jadi pegangan hidup.

Sesungguhnya semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah.
Hanya Allah yang berhak sombong, hanya Allah tempat kebenaran berasal.
Lindungi kami dan Ampuni kami.. Aamiin
Terima kasih

ditulis oleh Hamba Allah,
dudu penguasa, dudu pengusaha, fakir ilmu.

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »